Adaptor Rechargeable Baterai C dan D

May 1, 2011
Baterai Adaptor D Jenis Tabung Plastik dengan Baterai Eneloop AA

Baterai Adaptor D Jenis Tabung Plastik dengan Baterai Eneloop AA

Mainan anak dengan baterai semakin popular. Jenis baterai yang dipergunakan terdiri dari beberapa ukuran. Bentuk baterai dibedakan menjadi baterai AAA, baterai AA ukuran kecil, baterai ukuran sedang C, dan baterai ukuran besar seperti baterai D. Beda dari ukuran tersebut adalah kapasitas nya.

Seperti kita ketahui baterai adalah bahan kimia yang mengkonversikan bahan kimia di dalam baterai menjadi energi listrik.

Adaptor Baterai C dan D jenis Slot Silinder dengan Baterai AA Eneloop

Adaptor Baterai C dan D jenis Slot Silinder dengan Baterai AA Eneloop

Kalau kita sering menggunakan baterai C dan baterai ukuran D, sebaiknya membeli baterai adaptor dan baterai isi ulang ukuran AA. Tidak adanya baterai isi ulang ukuran C dan D karena jumlah pemakaian yang sedikit (pangsa pasar kecil).

Dilihat dari sumber energi yang dihasilkan, menggunakan adaptor C ataupun D, tidak memberikan jangka waktu (lamanya pemakaian) yang dibutuhkan untuk perangkat yang digunakan, akan tetapi keuntungan pemakaian adaptor baterai isi ulang (rechargeable) adalah tidak merusak lingkungan dan juga penghematan.

Baterai AAA sekali pakai memiliki sumber energi sebesar 1,250 mAh.
Baterai AA sekali pakai memiliki kapasitas 2,890 mAh.
Baterai C sekali pakai memiliki arus sebesar 8,350 mAh.
Baterai D sekali pakai memiliki arus sebesar 20,500 mAh.

  • Baterai isi ulang AAA memiliki kapasitas 1000 mAh.
  • Baterai isi ulang ukuran AA memiliki kapasitas 700 – 2700 mAh.
Baterai Adaptor C dan D Silinder Terurai

Baterai Adaptor C dan D Silinder Terurai

Harga baterai sekali pakai AA adalah sekitar Rp. 6,000 (Enegizer). Baterai isi ulang jenis AA merek Eneloop (Sanyo) dengan pemakaian 1500 kali harganya sekitar Rp. 30,000.

Harga baterai sekali pakai D adalah sekitar Rp. 7,500,  adaptor baterai isi ulang C dan D adalah sekitar Rp. 25,000.

Related Articles:

Mengisi Baterai dari Gerakan Kinetik

December 7, 2010

Baterai adalah penyimpan energi listrik. Contoh paling umum adalah mobile phone, dan karena tidak nyaman tanpa mobile phone, kita membawa charger ataupun baterai backup. Perusahaan baterai isi ulang (rechargeable) seperti Sanyo Eneloop juga membuat baterai untuk mobile phone, seperti Mobile Booster.

Seandainya baterai bisa diisi ulang oleh gerakan? Contohnya seperti lampu sepeda lama yang dinyalakan oleh gerakan roda. Putaran roda menghidupkan generator listrik untuk lampu sepeda. Perusahaan mobile phone besar seperti Nokia, sudah memiliki teknologi tersebut, harvest piezoelectric kinetic energy. Jenis tertentu dari keramik dan kristal, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan cukup kecil untuk perangkat mobile.

Sementara itu di Jepang, seorang peneliti bernama Toshiyuki Ueno di Universitas Kanazawa Jepang, membuat pembangkit tenaga listrik mini. Baterai memiliki kepadatan energi sekitar 22 mW/cm3, yang mana 20 kali lebih besar dari getaran-driven generator lainnya yang dibuat dengan bahan piezoelektrik.

Bahan yang digunakan adalah  ‘galfenol’. Galfenol adalah paduan besi dan gallium dengan sifat Magnetostriktif yang, seperti bahan piezoelektrik, bereaksi ketika membentang mekanis. Bahan Magnetostriktif digunakan dalam perangkat kinetik karena bereaksi ketika medan magnet diterapkan, mengubah bentuk.

Aplikasi dapat diterapkan pada jam tangan, dan juga dapat digunakan di jalan raya untuk menghasilkan listrik dari mobil yang lewat untuk lampu daya dan billboard.

Sumber: Inhabitat

Pembangkit Listrik Sinar Panas Matahari

October 19, 2010

Pembangkit listrik sinar panas matahari dapat dikategorikan sebagai pembangkit listrik hijau dengan tenaga uap. Panas yang dihasilkan dari tenaga matahari digunakan untuk memanaskan air, air menggerakkan turbin, menghasilkan listrik.

Di gurun Mojave California, perusahaan teknologi surya BrightSource, memasang cermin Heliostat untuk mengumpulkan sinar panas matahari. Dengan instalasi tersebut akan dihasilkan 500 Mega Watt untuk digunakan oleh 375,000 rumah.

Cermin datar Heliostat tersebut bergerak sesuai dengan sinar matahari, dan memusatkan sinar pada menara pengumpul. Panas yang dihasilkan digunakan memanaskan boiler sampai dengan 550 derajat Celcius. Cermin Heliostat tersebut disusun dalam lingkaran dengan menara pengumpul di pusat. Kumpulan cermin tersebut disebut cluster. Satu cluster dengan 10,000 cermin heliostat menghasilkan sekitar 20 Mega Watt.

Menara pengumpul dibangun dari baja, boiler air di ujung atas, dan turbin di bagian bawah. Ketinggian menara disesuaikan dengan refleksi sinar matahari cermin terjauh. Panas menghasilkan uap yang menggerakkan turbin. Air dialirkan kembali ke boiler, dalam siklus yang berulang.

Proyek pembangkit listrik sinar panas matahari lainnya dibangun di Seville, Spanyol.

Artikel terkait: Pembangkit Listrik Uap dengan Solar Collector

Hunian Atap Solar Panel Instalasi Passive Solar

September 10, 2010

Bangunan hijau di Sonnenschiff solar city di Freiburg, Jerman menggunakan atap solar panel untuk menghasilkan listrik. Ide dasar adalah passive solar, menggunakan cahaya matahari untuk pemanasan dan pendinginan bangunan. Diklaim bahwa instalasi passive solar ini menghasilkan energi 4x lebih besar daripada konsumsi.

Solar city ini terdiri dari 52 bangunan dengan komunitas terdiri dari bangunan kantor, dan perumahan. Visi adalah harmonisasi dari ruang terbuka, besar bangunan, area hijau, dan pencahayaan matahari. Jaringan pipa di atap digunakan untuk menampung air hujan, dan digunakan untuk mengairi area hijau perpohonan.

Dalam passive solar, ditemukan beberapa elemen ini:

  • Kaca jendela yang bisa digerakkan
  • Bahan isolasi yang digunakan menyimpan panas dalam waktu yang lebih lama (contohnya air).
  • Saluran udara untuk mengalirkan udara panas.

Tujuan dari passive solar ini menghasilkan bangunan dengan maintenance cost yang rendah, bangunan yang nyaman, kan konsumsi energi yang rendah (air conditioner misalnya). Dasar perencanaan passive solar adalah bagaimana material bangunan dalam merefleksikan, menyalurkan, ataupun menyerap panas, dan juga aliran udara:

  • Axis bangunan utara – selatan
  • Ruangan yang memerlukan banyak pencahayaan, panas dan dingin, diusahakan terdapat di bagian selatan bangunan. Tempat yang jarang digunakan di utara bangunan
  • Usahakan ruangan terbuka
  • Gunakan shading untuk mengurangi cahaya matahari memasuki interior bangunan.

Mengatasi panas dengan passive solar:

  • Arah selatan bangunan dengan kaca menghadap matahari, menggunakan kaca anti panas.
  • Bahan bangunan yang menyerap, menyimpan, dan mendistribusikan panas

Pendinginan:

  • Gunakan jendela yang bisa dibuka dan ditutup
  • Atur aliran udara dengan jendela udara keluar lebih tinggi dari jendela udara masuk.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai passive solar.

Artikel terkait:

Solar Heater dan Solar Cells Panel

August 14, 2010

Listrik dan memanaskan air dalam satu wadah dengan menggunakan tenaga matahari pada saat bersamaan. Perusahaan di Turki Solimpeks telah memasarkan Solar Hybrid Panel untuk memanaskan air dan menghasilkan listrik.

Dengan ukuran panel 1.6 m x 0.8 m dan ketebalan 9 cm, dapat menghasilkan listrik 175 Watt.  Terdiri dari 72 cell Mono Crystalline, dan memanaskan 1.2 liter air.

Seperti diketahui solar cells panel akan berkurang efisiensi nya oleh panas. Efisiensi solar cells panel berkurang 1% dengan penambahan 3.5 derajat Fahrenheit. Ide nya panas tersebut dapat digunakan untuk memanasi air, solar cells panel tetap dingin dan efisiensi tetap. Berbeda dengan pemanas air biasa Solarhart yang tidak menghasilkan listrik.

Hasil pengetesan efisiensi solar hybrid panel ini adalah 28% dan menghasilkan air panas 140- 160 derajat Fahrenheit. Ini lebih baik 20% dari solar panel biasa yang tidak memamaskan air.

Pembangkit Listrik Tenaga Air Terbesar Three Gorges

July 8, 2010

Three Gorges (Tiga Ngarai) adalah pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia. Saat ini mengoperasikan 26 unit generator air untuk menghasilkan 18,200 MWatt. Enam generator akan dioperasikan pada tahun 2011, sehingga total menjadi 32,400 MWatt.  Untuk keperluan operasional di Three Gorges, terdapat dua pembangkit kecil masing-masing 50 MWatt.

Three Gorges berdiri di sungai Yangtze, Hubei, Cina. Air sungai dibendung oleh sebuah bendungan yang sangat besar. Air kemudian dialirkan melalui generator untuk menghasilkan listrik.

Sejarah terbentuknya proyek Three Gorges dipicu oleh banjir sungai Yangtze. Mengakibatkan kerugian besar rumah, pertanian, perternakan. Begitulah menurut Discovery, channel pengetahuan dari televisi. Ini membuat saya tertarik untuk membagi cerita.

Discovery tidak hanya bercerita mengenai listrik yang dihasilkan, tetapi juga dampak bendungan terhadap daerah sekitarnya:

  • Daerah hilir sungai Yangtze mengalami penurunan produktivitas pertanian. Hal ini disebabkan oleh selain banjir yang dihasilkan, ternyata aliran sungai juga membawa pupuk organik yang menyuburkan pertanian. Untuk itu di dam Three Gorges dibuat semacam cangkul untuk membawa endapan dari hulu ke hilir.
  • Endapan tanah yang dibawa sungai Yangtze bermuara di Shanghai, sehingga menambah luas Shanghai yang merupakan kota pelabuhan.
  • Kapal yang merupakan alat transportasi tidak dapat berlayar dari hilir ke hulu dan sebaliknya. Maka dibuatlah jalur air seperti terusan Panama. Kapal masuk ke dalam kanal. Pintu ditutup, air diisi sehingga kapal ikut terangkat keatas.
  • Disediakan jalur landai, supaya ikan dapat berpindah dari hulu ke hilir.

Keuntungan yang diberikan oleh Bendungan Three Gorges adalah listrik tanpa polusi. Sama seperti listrik tenaga surya dengan solar cell.

Listrik Tenaga Matahari untuk Masa Depan

June 20, 2010

Listrik dari tenaga matahari, semakin menjanjikan. Pertama, energi matahari adalah gratis, dan memiliki potensi besar, terutama untuk Indonesia. Kedua, semua perusahaan elektronik memasarkan produk solar cell, seperti Sharp, Panasonic (Sanyo dibeli oleh Panasonic), dan LG. Ketiga, biaya solar cell semakin murah, dan semakin efisien. Keempat perangkat baru semakin hemat listrik.

Indonesia memiliki karunia sinar matahari. Energi matahari yang dipancarkan dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan solar cell. Solar cell terdiri dari photovoltaic, yang menghasilkan listrik dari intensitas cahaya, saat intensitas cahaya berkurang (berawan, hujan, mendung) arus listrik yang dihasilkan juga akan berkurang.

Penggunaan listrik yang dibangkitkan oleh tenaga matahari, sudah banyak dilakukan di daerah yang belum ada listrik. Untuk daerah perkotaan, dimulai dari iklan. Sharp adalah perusahaan yang mengiklankan solar cell besar-besarn di harian Kompas pada tahun lalu. Upaya untuk menyadarkan masyarakat kota mengenai penggunaan energi terbarukan. Panasonic yang mengakuisisi Sanyo solar cell, kemudian juga menyusul membuat ikaln besar-besaran pada tahun ini. LG baru-baru ini mengumumkan akan meningkatkan kapasitas pabrik solar cell dari 240 Mega Watt saat ini menjadi 1 Giga Watt pada tahun 2015.

Biaya solar cell semakin murah, saat ini biaya per Watt hour sudah turun dari Rp. 50.000 – 60.000 tahun lalu menjadi Rp. 30.000 – 40.000 tahun ini. Beberapa faktor penyebab adalah karena krisis Yunani. Hal tersebut menyebabkan belanja di Eropa menurun, sehingga suplai pasar menjadi lebih besar.

Efisiensi dari solar cell dengan teknologi saat ini tidak bisa lebih dari 30%. Tetapi baru-baru ini dari team yang dipimpin oleh Universitas Minnesota, telah menciptakan terobosan. Saat ini pada solar cell, sinar matahari mengenai lapisan paling atas dari solar cell, yang terbuat dari bahan semikonduktor kristal-biasanya silikon. Elektron di silikon menyerap kelebihan jumlah energi matahari dan memancarkan energi yang jauh sebagai panas sebelum dapat dimanfaatkan.

Quantum dot-adalah semikonduktor  selenide-lead bisa dibuat untuk menyerahkan “panas mereka” elektron sebelum mereka didinginkan. Elektron ditarik oleh titanium dioksida, yang murah dan berlimpah. Hasil studi menunjukkan efisiensi sampai dengan 66%. Implementasi menjadi suatu produk membutuhkan waktu dan studi lebih lanjut, tetapi ini adalah kabar menggembirakan.

Perangkat baru lebih hemat listrik, lihat saja komputer dibuat semakin efisien dengan kecepatan semakin tinggi. Mobil tenaga hibrida dikembangkan, memadukan penggunaan baterai dan bahan bakar.

Satu lagi untuk Indonesia yang panas, air-condition di kota besar adalah sebuah kebutuhan penting. LG telah mulai memproduksi AC tenaga matahari.

LG solar panel air conditioner

Jenis Charger Baterai

April 24, 2010

Baterai adalah perangkat kimia untuk menyimpan arus listrik. Untuk mengisi baterai dibutuhkan charger. Ini ada tiga jenis charger untuk baterai:

Slow Charger : Juga terkenal sebagai “overnight charger” atau “normal charger”, slow charger melakukan pengisian 0.1 dari kapasitas baterai. Contohnya baterai aki basah dengan kapasitas 60 Ah, akan di charge dengan arus sebesar 6 Ampere. Waktu pengisian umumnya 14 sampai 16 jam. Pada umumnya, jenis slow charger ini tidak memiliki deteksi full charge, sehingga tidak ada perpindahan ke pengisian ke arus kecil. Slow-charger adalah murah dan dapat digunakan hanya untuk baterai NiCd.

Jika arus pengisian ulang diatur dengan benar, baterai pada slow-charger tetap hangat jika disentuh dan terisi penuh. Pada kasus ini, baterai tidak perlu dihilangkan tiba-tiba saat siap tapi tidak seharusnya tetap tinggal pada charger lebih dari satu ahri. Semakin cepat baterai dihilangkan setelah pengisian penuh, semakin baik.

Masalah muncul saat baterai yang lebih kecil (Ampere hour) diisi ulang dengan charger yang untuk ukuran Ah besar. Baterai akan cepat panas setelah melewati 70 persen tingkat pengisian, hal ini disebabkan Ampere yang besar diberikan oleh charger.

Hal yang berlawanan dapat terjadi ketika baterai yang besar diisi ulang pada charger yang diciptakan untuk baterai dengan ukuran kecil. Pada beberapa kasus, tidak dapat diisi secara penuh. Baterai akan tetap dingin selama pengisian dan tidak akan bekerja sesuai harapan. Baterai nickel-cadmium (NiCd) terus menerus pada akhirnya akan kehilangan kemampuan mereka untuk menerima beban undercharged penuh karena memori.

Quick Charger / Rapid charger: Pengisian memakan waktu 3 sampai 6 jam dan charger akan memberikan arus 0.3 x kapasitas Ampere hour dari baterai. Charge control diperlukan untuk memutuskan pengisian pada saat baterai sudah penuh.

Fast Charger : memiliki kelebihan waktu pengisian ulang yang pendek. Karena pasokan daya lebih besar dan rangkaian kontrol yang dibutuhkan lebih besar, dan harganya lebih mahal. Arus pengisian pada charger ini adalah sebesar Ampere hour dari baterai. Artinya 1 jam untuk batere sesuai dengan jumlah Amperenya.

Jenis charger baru dapat juga menggunakan solar cell sel surya.

Related link: Sumber Listrik Baterai, Solar Charge Controller untuk Baterai, Solar Cell Handphone, Solar Cell Charger.

Instalasi Pembangkit Listrik Thin-Film Solar Cells Panel

April 5, 2010

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dibangun  menggunakan thin-fillm solar cells panel berkapasitas 6 juta megawatt hour per tahun telah dibuka di Jerman. Kapasitas tersebut cukup untuk 1.900 rumah.

Instalasi PLTS tersebut menggunakan 90.000 solar cells  panel thin-film ataupun amorphous. Solar cells panel tersebut diinstalasi pada bekas basis militer yang sudah tidak digunakan.

Thin-Film/ Amorphous memiliki keunggulan terutama dalam membangkitkan listrik dari sinar matahari yang kurang. Kelemahannya adalah memerlukan lahan yang luas. Dengan luas permukaan yang sama, solar cells panel crystalline, dapat menghasilkan Watt per Hour yang lebih besar.

Tentu saja perkembangan teknologi dari First Solar yang menyuplai thin-film solar cells untuk PLTS di Jerman tersebut memiliki keunggulan. Thin-Film solar cells dari First Solar ini menggunakan semikonduktor cadmium telluride (CdTe).  CdTe ini dibandingkan dengan solar cells biasa, tidak terpengaruh pada kenaikan temperatur. Kenaikan temperatur akan mengakibatkan berkurangnya efisiensi.

Beberapa keunggulan dari Thin-Film semikonduktor CdTe, dibandingkan solar panel thin-film lainnya:

Server Google Data Center Berbaterai

March 6, 2010

Ternyata Google merancang server sendiri. Pada server Google di Data Center, terdapat baterai aki 12 Volt. Baterai 12 Volt tersebut akan mencatu motherboard, hardisk dan fan, jika listrik mati.

Seperti kita ketahui Google adalah perusahaan search engine terbesar. Dari keuntungan iklan setelah menjadi search engine terbesar, Google juga memberikan email gratis (Gmail), Google Maps, Google Earth, Android, dll. Jadi tentu saja Google memiliki banyak server.

Menurut Cnet, sejak tahun 2005 Google telah menggunakan server rancangan sendiri. Baterai hanya akan mencatu motherboard, hardisk dan fan apabila listrik mati. Pada saat ada listrik, power supply akan mengisi baterai. Baterai yang digunakan seperti terlihat pada gambar adalah baterai aki 12 Volt.

Power supply umumnya mencatu 5 Volt dan 12 Volt untuk motherboard dan perangkat lainnya. Motherboard Google akan menkonversi catu dari 12 Volt dari baterai maupun power supply untuk penggunaan server.

Dengan baterai pada masing-masing server, data center Google tidak membutuhkan UPS yang besar. UPS atau Uninterruptable Power Supply, menggunakan baterai untuk mengkonversikan arus DC menjadi arus AC yang akan digunakan oleh server. UPS bekerja pada saat listrik mati. UPS besar juga sangat mahal.

Google melihat bahwa konversi tersebut mengurangi efisiensi, sehingga terciptalah design baterai aki 12 Volt untuk server. Server berbasis rack mount, ketinggian server adalah 2U.

Sedikit gossip, berapa banyak server yang dimiliki oleh Google? Dari informasi Cnet, paling tidak Google memiliki 200.000 server.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.